Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Statistik
Visitors : 160310 visitors
Hits : 42 hits
Today : 29 users
Online : 4 users
:: Kontak Admin ::

info@smpn1sukodono-lmj.sch.id
SKODSA Chat in

Info :

Berikan Saran dan Komentar Anda dengan baik dan sopan. Terima Kasih.

Pelantikan Satgas Anti Narkoba

Tanggal : 08/16/2009, 12:17:00, dibaca 785 kali.

Perkembangan masalah Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) dari hari ke hari seakan meningkat dan sepertinya semakin sulit untuk diberantas. Disadari memang masalah NAPZA ini sudah merupakan masalah nasional, bahkan sudah merupakan pula masalah internasional. Beberapa negara mengadakan kerja sama untuk memberantas masalah ini. Thailand, Myanmar, Malaysia dan sebagainya sepakat bersama untuk memutus peredaran barang haram ini dari segi tiga emas yang sampai saat ini masih sebagai produsen barang-barang haram terbesar di dunia. Dalam negeri sendiri ganja dari Aceh hampir setiap hari diselundupkan ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya.


Hawari (1991), berpendapat bahwa kenakalan remaja yang saat ini


sedang heboh adalah kenakalan remaja yang berupa penggunaan narkotika, alkohol dan zat adiktif lainnya, yang dalam istilah kriminologi disebut NAPZA. Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif adalah zat yang memiliki dampak terhadap syaraf manusia yang dapat menimbulkan sensasi atau perasaan-perasaan tertentu. Kartono(2002),mengungkapkan bahwapenyalahgunaan Narkotika, Alkohol dan Zat adiktif lainnya merupakan wujud dari bentuk kenakalan remaja.


Berdasarkan laporan Narkoba Dunia (World Drug Report) dari UNODC (2005) yang dikutip oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah penyalahguna narkoba di dunia sebesar 200 juta orang (5% dari populasi dunia), 13,7 juta orang (kokain) 15,9 juta orang (opiate dan 10,6 juta orang (heroin) Bianchi (2004) melaporkan peningkatan jumlah penyalahguna Narkoba, dari 180 juta tahun 2000 menjadi 185 juta tahun 2002, atau 4,2% penduduk usia 15-64 tahun (BNN, 2005).


Masa SMP merupakan masa labil siswa, sehingga mereka perlu memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi pergaulan yang berpengaruh negative. Pendidikan kesehatan adalah suatu upaya atau kegiatan untuk menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif untuk kesehatan. Artinya pendidikan kesehatan berupaya agar masyarakat menyadari atau mengerti atau mencegah hal-hal yang merugikan kesehatan mereka, dan kesehatan oranglain (Notoatmodjo, 2003). Pendidikan kesehatan merupakan salah satu metode untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA yang mempunyai peranan yang penting dalam memberikan pengetahuan kepada siswa tentang NAPZA, sehingga nantinya siswa dapat mengetahui dan bersikap untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran NAPZA.


Atas kepedulian tersebut SMPN 1 Sukodono akan mengadakan “SATGAS ANTI NARKOBA “FREE DRUGS OF SKODSA”. Yang diformat dengan tanya jawab interaktif agar apa yang kita berikan bisa lebih mengena tentang narkoba. Kami akan menghadirkan pembicara sesuai dengan bidangnya.


Kegiatan ini diberi nama “SATGAS ANTI NARKOBA “ FREE DRUGS OF SKODSA” SMP NEGERI 1 SUKODONO. dengan tujuan :



  1. Agar semua komponen baik itu pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat peduli terhadap generasi muda dengan memberikan pengetahuan /pendidikan tentang narkoba agar terhindar dari kesesatan.

  2. Membekali para remaja dengan memberikan pendidikan tentang jenis-jenis obat-obatan terlarang  sejak dini.

  3. Memberikan gambaran tentang bahaya narkoba baik dari segi jasmani maupun rohani serta aspek hukumnya.

  4. Mendapatkan cara- cara pemecahan problematik.

  5. Terwujudnya generasi muda yang handal dengan menguasai IPTEK dan IMTAK yang jauh dari pengaruh pengaruh narkoba, dan obat-obatan terlarang.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :
 
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas